Catatan si Tasya Acha
Sabtu, 17 Februari 2018
Rabu, 08 November 2017
Minggu, 13 November 2016
puisi
Karya
: Tasya Asyarah
Ada sesuatu yang hilang dariku
Apakah kamu tau itu ???
Ada sesuatu yang kini merubah tabiatku
Apakah kamu melihat perubahan itu ???
Ada sesuatu yang sebenarnya telah ku mengerti
Apakah kamu mengerti akan hal itu ???
Dengan langkah tertatih
Kuberjalan menyusuri bangunan tua ini
Terasa sunyi dan senyap…
Hanya ada cecak yang menertawaiku
Hanya
terlihat laba-laba yang sibuk membangun sarang
Tiada teman menyediakan bahu untuk menerima keluh
Tiada kawan membuka telinga untuk menyimak cerita
Tiada sahabat melapangkan hati untuk turut merasa
Kemana aku harus bertanya
???
Kemana aku harus mengaduh ???
Kini kuberada di pojok ruangan
Yang membawa langkah kaki ini terhenti pada cermin itu
Angin berhembus kencang
Mengubah ruangan menjadi mengerikan
Kulihatnya wajah menyeramkan itu
Mengapa wajahku buruk seperi ini ???
Cermin hanya diam membisu
Kemana jati diriku yang sebenarnya ???
Suara kemarahan mulai terdengar pada gendang telinga
“wajahmu berubah karena sikap egois,jati dirimu menghilang karena tak ada kepercayaan pada
dirimu pada dirimu sendiri”
Air mata kini
berlinang deras tiada henti
Apakah ini jawaban
dari pertanyaanku tadi ???
![]() |
Sabtu, 12 November 2016
BERLARI MENGEJAR MIMPI

Karya :Tasya
Asyarah
Matahari
mulai terbit dari Barat, ayam pun mulai berlomba berkokok, diselingi dengan
kicauan burung yang terdengar merdu. Membuat ku harus bangkit dari tempat tidur
sederhana, beralaskan seprai kusut dan bantal kapuk yang terbilang tak layak
pakai karena dimakan usia. Hari yang cerah mendukung
aktivitas>>,terkadang aku tenggelam dalam sikap bermalas – malasan .
Namun kalau aku terus – menerus seperti itu siapa yang harus mencarikan biaya
sekolah dan makan keluarga kecilku setiap harinya ? .Ayahku meningggal 2 tahun
yang lalu, ibuku pergi keluar kota dan tak pernah kembali ,terlahir sebagai
anak pertama dari 2 bersaudara juga sekaligus memiliki peran sebagai tulang
punggung keluarga .Sejak kecil kami diasuh oleh nenek (ibu dari ayah) dan
tinggal dalam sebuah pondok kecil . Akhir-akhir ini nenek tidak bisa lagi berkebun
dan menjual sayuran ia hanya terbaring sakit di kamar. Kondisi seperti ini
membuat aku harus memikul beban hidup yang sangat berat tak sebanding dengan usiaku yang masih
mencapai 12 tahun .Itulah skema keluarga sederhanaku.
Beranjak dari kamar menuju dapur
yang berukuran sangat kecil hanya dilengkapi dengan rak piring dan juga kompor
sederhana terbuat dari tanah liat bahan bakarnya ialah kayu kering ,kompor ini
dikenal dengan nama “DAPO”dalam istilah bugis-bone.Kulihatnya secangkok beras
diatas meja yang hanya cukup untuk di buat bubur saja hal ini membuatku
meneteskan air mata, terpikir dalam benakku :
”Apakah
aku di takdirkan miskin terus menerus? kapan aku bisa mengubah takdirku ini,
Kapan ??kapan???,mungkin akan terjawab suatu saat nanti.”
Beberapa detik aku melamun dengan sejumlah
pertanyaan akhirnya bubur sudah masak dan siap santap ,lalu kusuguhkan untuk adik
juga nenek ,kami makan bersama dengan membayangkan makan di Restoran dengan
menu special. Hal itu hanya khayalan yang sering membuat kami tertawa kecil
,tak sengaja mataku tertuju pada jam dinding kuno satu” peninggalan Alm kakek
yang menunjukkan pukul 06.15 pagi,aku pun bergegas keluar dari kamar nenek
menuju kamarku untuk bersiap-siap kesekolah .Tepat pukul 06.30 segera pamit
memulai awal perjuangan menimba ilmu di luar desa yang berjarak 2 Km dari rumah
,melewati hutan lebat dan juga menghamtam aliran sungai yang deras suasana
seperti ini tidak memudarkan semangatku ,aku tak sendiri ada banyak pelajar
lain yang senasib dengan ku .
Langkah demi langkah tak terasa kami
sampai di sekolah tepat pukul 07.15 tak lama kemudian bel masuk berbunyi .pelajaran
sampai akhir kulalui dengan mulus tanpa hambatan sedikit pun
.>>>tett….tett..tett…,bel bertanda pulang.Sesampai dirumah bergegas
mengganti baju seragam sekolah dengan baju hadiah ulang tahun ku 3 tahun lalu dari ayah yang sudah Nampak kusam
dilengkapi celana panjang juga dibaluti dengan
jilbab sederhana ,bergegas ku pamit kemudian menanjak gas keluar dari
rumah.
Matahari begitu terik seakan membakar
tubuh kurus kering ini. Namun ,aku tetap
semangat berjalan tanpa henti agar lebih awal sampai di kebun tempat dulu nenek
bekerja tak lama kemudian aku sampai dan memulai mengumpulkan sayur-mayur
sampai keranjang ini penuh ,dan siap di bawa ke pasar. Kembali aku berjalan
menyusuri jalan raya menuju pasar Tradisional yang jaraknya 3 Km dari kebun
,sesampai dipasar sayuran tadi langsung di beli oleh pelanggan setia –ku dengan
menerima upah Rp.10.000<rupiah>,,tak lupa aku mampir ke warung untuk
membeli tempe goreng dan sayur asem kesukaan nenek
Menjelang maghrib aku baru tiba di rumah
,shalat kemudian makan malam bersama,hari demi hari kulalui dengan rutinitas
yang sama,sampai pada akhirnya aku menyelesaikan sekolah SMP dengan gelar
sebagai Siswa Teladan seangkatan 2016,bersamaan dengan kabar
gembira itu ,juga ada kabar kalau nenek yang selama ini mengasuh sejak lahir
kini tlah di panggil oleh Sang Maha Kuasa
tepat pada usianya yang ke 70 tahun. Dimana hal seperti ini menambah
pahitnya kehidupanq.”Disaat aku mencoba Start berlari mengejar mimpi
,disaat ini juga aku merasa terjatuh dan tak kuat lagi tuk berlari,tetapi entah
darimana asalnya tiba –tiba ada seseorang perempuan mengulurkan tangan nya
padaku mencoba tuk menolong. Disaat itu pula aku mencoba bangkit dan mulai
menerima kenyataan ."
Seminggu setelah kematian nenekku ,aku
dan adik mengambil keputusan untuk ikut bersama perempuan paruhbaya itu ke
kota,”mencoba kehidupan yang baru”.Dikota aku dan adik mendapat kehidupan yang
layak ,tinggal di rumah mewah,dan juga di sekolahkan di SMA favorite kota
itu.Perlahan –lahan aku memulai lari mengejar mimpi degan terus belajar serta
selalu berusaha memenangkan olimpiade
Biologi tingkat provinsi.Adikku juga tak kalah semangatnya dari ku ia terus
mengasah kemampuannya dibidang seni .Terjawab sudah pertanyaanku dulu ,kini takdirku sudah berubah ,tak miskin
terus menerus alhasil dari buah perjuangan hidup .Setelah tamat di SMA favorite
aku di hadiahkan dari pemerintah berupa Beasiswa Lanjut Kuliah S1,S2 di Fakultas
Kedokteran UGM JOGJA ,hal ini
membuat ku Bahagia ,mungkin ayah juga nenek di syurga turut bahagia melihatq
saat ini .

Langganan:
Komentar (Atom)
" Jadilah perempuan yang inspiratif. Jadilah perempuan yang mewarisi kesabaran Siti Khadijah. Jadilah perempuan yan...














